Banua Mbaso Terbakar


Belasan rumah dan kios warga yang terletak di Jalan KH Wachid Hasjim, Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (25/09/2009) siang ludes dilalap si jago merah. Bahkan, Banua Mbaso, sisa-sisa bangunan Kerajaan Palu yang dilestarikan menjadi situs budaya ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kerugian diperkiran mencapai ratusan juta rupiah.

Warga sekitar tempat kejadian berupaya untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun tiupan angin dan teriknya sinar matahari membuat api makin meluas dan dengan cepat membakar rumah-rumah warga dan kios yang berdempetan.***

Lagi, Gizi Buruk

Bayi penderita gizi buruk di Palu, Sulawesi Tengah kian bertambah, setelah Irfan bayi 11 bulan yang masih dirawat intensif di Rumah Sakit Anutapura kini giliran Mohammad Ardiyansyah dan Salwa yang harus dirawat intensif akibat gizi buruk yang dideritanya.

Tubuh bayi berusia 1,2 tahun itu begitu mengenaskan. Sudah seminggu ini dia tidak lagi bisa makan dan minum. Nafasnya pun tersengal-sengal. Jarum dan selang infus menancap di lengan dan kedua lubang hidung mungilnya. Berat badannya cuma 5 kilogram. Tentu saja berbeda dengan anak normal seusianya.

Bayi pasangan suami istri miskin asal Donggala, Sulawesi Tengah ini awalnya mengalami demam tinggi dan kejang-kejang sampai kemudian tidak lagi lancar makan dan minumnya. Berat badannya pun turun drastis.

Nenurut Nuraeni, ibu bayi malang ini, memang sejak lahirnya Ardiyansyah tidak minum air susu ibu. Itu karena sejak kelahiran Irfan, air susunya mengering. Karena kondisinya kian memprihatinkan, Nuraeni pun membawa bayinya ke Rumah Sakit Umum Daerah Undata. Namun sudah seminggu lebih di rumah sakit, berat badan ardiyansah belum juga bertambah.

“Dia sudah tidak bisa makan, tidak bisa minum juga. Ini tinggal di kasih makanan lewat selang infusnya. Nafasnya juga tersengal-sengal sudah,” kata Nuraeni dengan mata sembab. ***

Gizi Buruk

Kasus gizi buruk di Palu, Sulawesi Tengah kian memprihatinkan. Sepanjang Januari hingga Juni 2009 sudah 26 bayi dan anak penderita gizi buruk dirawat di rumah sakit . Dua orang di antaranya meninggal dunia. Saat ini, salah seorang bayi penderita gizi buruk bernama Irfan dengan kondisi mengenaskan masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Anutapura Palu.

Tubuh bayi berusia 11 bulan asal Lumbudolo, Donggala, Sulawesi Tengah ini tinggal tulang berbungkus kulit. Badanya berkeriput dan terlihat memar. Selang infus masih melekat di tangannya. Berat awalnya hanya 2,5 kilogram, jauh berbeda dengan berat tubuh anak seusianya. Anak pasangan keluarga miskin ini hanya bisa tergolek lemah di bangsal perawatannya.

Menurut Rosnah, ibu bayi Irfan ia heran melihat perkembangan sang buah hati tak seperti anak pertamanya, Aris yang tumbuh sehat. Karena keterbatasan biaya bayi Irfan tak dibawa ke puskesmas tapi dirawat di rumah.

“Dia waktu sembilan bulan panas-panas dan kejang-kejang. Sejak saat itu kalo dikasih makan muntah-muntah terus. Ada yang sarankan supaya dibawa ke rumah sakit, karena saya takut tidak ada biaya. Akhirnya Irfan dirawat di rumah saja,” aku Rosnah.***

Penambang Tradisional

Operasi penertiban pertambangan emas tanpa izin di Poboya, Palu Timur, Sulawesi Tengah, Rabu (03/06/2009) berakhir tanpa kesepakatan. Sebanyak lebih dari 300 penambang liar di kawasan itu tidak tampak satu orang pun. Padahal, kemarin aktivitas pertambangan tradisional di kawasan milik PT Palu Citra Mineral, kelompok usaha Bakrie ini masih berlangsung. Diduga para penambang telah mendapat informasi sebelumnya akan ada penertiban sehingga mereka sudah bersembunyi di sekitar kawasan hutan di perbukitan timur Palu ini. Sementara masyarakat setempat memilih tidak menambang hari ini. Operasi ini digelar oleh tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja, Kepolisian Resor Palu dan Komando Rayon Militer Palu Timur.***

Erotic Dancer at Space Bar, May 2009

Erotic Dancer at Space Bar, May 2009