Rock and Roll

ROCK and Roll Hall of Fame Museum. Ya, saya ingin bercerita soal museum yang menyajikan perkembangan musik rock and roll serta teknologi yang menyertainya ini. Museum ini terletak di Cleveland, Ohio, salah satu kota yang penuh dinamika di Amerika Serikat.

Ide pendirian museum ini mulai tercetus saat didirikannya Yayasan Rock And Roll Hall of Fame pada 1983, Namun ketiadaan home base membuat para pendiri mempertimbangkan beberapa kota termasuk Memphis, markas Sun Studio dan Stax Records), Cincinnati, home base King Record, New York dan Cleveland. Namun, kemudian karena diakui bahwa Cleveland pernah menggelar konser musik rock and roll yang pertama, pilihan jatuh ke kota yang mayoritas warganya adalah African-American ini.

Seorang tokoh masyarakat di Cleveland, bahkan menyumbang US $ 65 untuk membiayai pembangunan Museum ini. Sebelumnya diperdebatkan bahwa museum tersebut akan dibangun di Cuyahoga River. Namun kemudian lokasi yang dipilih adalah downtown Cleveland, di samping Lake Erie, tepat di sebelah timur Cleveland Browns Stadium dan Pusat Ilmu Pengetahuan.

Mau tahu siapa arsiteknya, ternyata bukan orang Amerika. Arsiteknya ternyata I. M. Pei, yang pernah merancang pembangunan Bank China Tower.

Museum yang dibuka untuk umum pada 1995 ini bertingkat tujuh. Pada tingkat pertama dan kelima menyajikan dokumentasi dari sejarah rock and roll secara permanen maupun temporer. Misalnya, ada konser rock and roll di mana saja yang menyita perhatian publik pencinta musik ini, maka konsernya dalam bentuk rekaman video akan dipertontonkan kepada khalayak.

Sementara sejarah rock and roll yang dipertontonkan secara permanen, salah satunya adalah perkembangan media audio. Kita bisa melihat gramaphone hingga I-Pod di sana. Atau juga baterai kering dari berbagai zaman hingga ke baterai alkaline kini.

Kita juga akan disajikan perkembangan rock and roll dari zaman ke zaman di tiap kota di Amerika dan Inggris. Misalnya, Memphis mewakili musik era 1950-an, Detroit, Liverpool dan San Francisco mewakili perkembangan musik pada 1960-an. Kemudian Los Angeles pada era 1970-an, New York City dan London mewakili era 1970-an and era 1980-an. Lalu yang terakhir Seattle yang mewakili perkembangan musik pada 1990-an. Kita bisa pula mendengarkan lagu-lagu dengan headset yang tersedia di sini.

Lalu pada tingkat tiga disebut-sebut sebagai yang mewakili keberadaan museum ini. Di situ kita bisa melihat beberapa tanda mata dan tanda tangan para musisi rock and roll dunia.

Kemudian tingkat ketujuh adalah tempat yang biasa digunakan untuk pertunjukkan pada periode tertentu. Beberapa artis kesohor semisal Elvis Presley, The Who, John Lennon, U2, Bob Dylan, The Clash dan The Supremes serasa hadir nyata di sini.

Untuk masuk ke Museum ini, cukup merogoh saku US $ 20. Itu harga sebuah kepuasan menikmati dan menonton sejarah perkembangan musik rock and roll.

Ketika saya berkunjung ke sini pada Juli 2007 lalu, saya menuliskan musisi rock and roll favorit saya adalah Elvis Presley, sebab cuma itu yang benar-benar saya kenal. Maklum, saya sama sekali buta dengan perkembangan musik ini. :-)

1 Comment(s)

  1. Perghhhh………..Hehehe…jenguk le teman…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment